Program 123, Solusi Produktif Atasi Kemiskinan Ekstrem di Gorontalo Utara

Program 123, Solusi Produktif Atasi Kemiskinan Ekstrem di Gorontalo Utara

Penulis : Fitri Yusup Husain, SE

(Anggota Komisi II DPRD Kab.Gorontalo Utara)

Program inovatif dari sektor peternakan bertajuk Program 123 merupakan sebuah upaya terobosan untuk mengurangi kemiskinan ekstrem dengan pendekatan produktif dan berkelanjutan. Program ini secara khusus ditujukan kepada masyarakat miskin yang masih memiliki potensi kerja dan kemauan untuk berkembang secara mandiri.
Program 123 memberikan bantuan berupa :
1 ekor sapi betina, 2 ekor kambing betina, 3 ekor ayam betina.

Skema ini tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga sebagai bentuk investasi jangka menengah bagi para penerimanya.

Potensi Ekonomi Program
Simulasi sederhana menunjukkan betapa besar dampak program ini dalam jangka waktu beberapa tahun.

Misalnya, satu ekor sapi betina yang mulai berkembang biak di tahun kedua, dapat menghasilkan 1 ekor anak per kelahiran. Maka pada tahun 2029, satu keluarga penerima bisa memiliki hingga empat ekor sapi, jika dikelola dengan baik.

Demikian pula, dua ekor kambing betina yang telah siap untuk bunting dapat berkembang menjadi 16 ekor kambing dalam kurun waktu tiga tahun. Ini menjadi aset penting yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga atau bahkan dijual sebagai sumber penghasilan tetap.

Sementara itu, dari tiga ekor ayam betina, jika setiap indukan menghasilkan rata-rata 45 anakan per tahun, maka dalam tiga tahun populasi ayam dapat berkembang hingga 135 ekor ayam. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga setiap bulan, sekaligus bisa menjadi sumber pendapatan tambahan.

Memberi Kail, Bukan Ikan bahwa Program 123 merupakan bentuk perubahan paradigma dalam penanggulangan kemiskinan.

Selama ini, bantuan tunai sebesar Rp300 ribu per bulan yang diberikan kepada keluarga miskin sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, dan cenderung habis dalam waktu singkat.


“Jika kita terus menerus memberikan uang tunai, bukan tidak mungkin masyarakat akan terus bergantung dan kehilangan daya juangnya. Program ini memberi kail, bukan ikan. Dengan begitu, mereka tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga tumbuh dan berkembang,” ujar Fitri.

Harapan Ke Depan
Program 123 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi keluarga miskin yang masih produktif. Dengan memberikan aset hidup yang berkembang, pemerintah mendorong kemandirian ekonomi berbasis rumah tangga.

Selain itu, ini juga merupakan bagian dari upaya besar dalam mewujudkan Gorontalo Utara Mandiri dan Sejahtera.

“Dalam waktu 3-5 tahun, kita akan lihat hasil dari investasi ini. Bukan hanya angka kemiskinan yang menurun, tetapi juga perubahan mentalitas masyarakat ke arah yang lebih mandiri dan produktif,”

Program 123 kini menjadi inspirasi bagi daerah lain yang tengah mencari solusi berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan ekstrem. Pemerintah daerah membuka ruang partisipasi publik dan lembaga swadaya masyarakat untuk ikut serta dalam pendampingan, pelatihan, dan monitoring demi keberhasilan program ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *