Sepotong Baju Koyak dan Bentuk Penghambaan

Coretan senja 4 Romadhon 1446 H

Oleh : Ustazah Ira Kasimin

Ahhh,,tak ada yang spesial, hanya baju koko biasa yang sudah koyak.
Tapi ternyata,menarik ingatan si pemiliknya ke beberapa tahun silam, iya beberapa tahun sebelum sekarang 2025.


Tahun tahun awal pernikahan, tahun tahun penuh ujian, tahun tahun penuh onak dan duri di setiap pijakan, tahun tahun yang begitu banyak badai yang menguji kehidupan pernikahan kami.


Baju koyak ini salah satu bukti ketika itu.baju koko yang bisa di bilang satu-satunya yang menemani si pemilik beribadah dengan begitu khusuknya setiap hari. Baju koyak ini yang menjadi saksi tangisan si pemilik setiap malam saat menghadap Rabb-Nya,memohon belas kasih ,meminta diringankan ujian yang datang, memelas kasih sayang RabbNya.


Baju koyak ini menjadi saksi kita saling memeluk dalam tangisan saling menguatkan seusai memohon padaNya dgn penuh harap.


Sambil berulang-ulang kali mengafirmasi diri dan berucap dalam hati :

“Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya”


Dan yang lebih penting, prasangka baik sama Allah tidak hilang. Karena yakin, Allah tidak akan ninggalin kita sendirian, dan hati jadi lebih lapang.


Dan biizdnillah, setelahnya urusan-urusan yang sebelumnya bikin sesak itu benar-benar Allah uruskan.
Sekarang,,Seringkali kita lupa kalo Allah sayang. Bahwa masalah, ujian, sesak, beban adalah penjagaan Allah untuk bisa tetap berada pada titik moderate kehidupan. Pertengahan antara khouf dan roja’.

Takut pada beberapa hal, yang hanya akan bisa ditenangkan dengan rasa harap pada Dia yang Maha Kuasa.

Sekarang,, mau baju apa saja, model bagaimana,harga berapa bisa di beli. Tapi semoga tidak pernah mengurangi kekhusyukan menghadapNya.

Dan,baju koyak ini akan tetap disimpan agar menjadi pengingat kala diri mulai ujub, bahwa pernah dengan begitu gencarnya kita memohon dan meminta belas kasih Allah di setiap waktu dalam keadaan terbatas.

Semoga kelapangan saat ini tidak melenakan kita,untuk lalai mengingat bahwa kita hanya hamba yang lemah yang selalu butuh belas kasih-NYA.
Semoga kelapangan saat ini tidak membuat kita saling melupakan satu sama lain.

*gulajawa- Ira Kasmin*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *